Ada satu hal yang sering luput ketika kita membicarakan sekolah berprestasi.
Kita sibuk menghitung berapa banyak siswa yang memenangkan lomba. Berapa medali yang dibawa pulang. Berapa kali nama sekolah disebut di podium.
Padahal, ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting:
Bagaimana dengan orang-orang yang setiap hari mendampingi mereka belajar?
Di SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, proses belajar tidak berhenti di bangku siswa. Guru pun dituntut untuk terus bergerak, mencoba pendekatan baru, menghasilkan karya, dan berani menguji gagasannya di ruang yang lebih luas.
Kabar terbaru datang dari Ustazah Elly.
Melalui karya bertajuk “SADAR”, Ustazah Elly berhasil meraih Juara 1 GTK Transformatif tingkat SMP Kabupaten Magelang.
Dan perjalanan itu belum selesai.
Karya tersebut akan kembali dibawa untuk berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Ketika Guru Membawa Karya, Bukan Sekadar Mengajar
Menjadi guru hari ini bukan pekerjaan yang selesai ketika bel pulang berbunyi.
Perubahan karakter peserta didik, perkembangan teknologi, tuntutan pembelajaran, hingga cara anak memahami dunia terus bergerak. Guru yang ingin tetap relevan pun tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman masa lalu.
Ia harus mau belajar lagi.
Mencoba lagi.
Bahkan sesekali keluar dari cara yang sudah terasa nyaman.
Di titik inilah karya Ustazah Elly menjadi menarik.
“SADAR” bukan sekadar karya untuk memenuhi sebuah kompetisi. Ia lahir dari proses refleksi seorang pendidik terhadap dunia pendidikan dan perannya sebagai guru.
Ada proses berpikir di dalamnya.
Ada upaya mencari cara menyampaikan gagasan.
Ada keberanian mengubah pemikiran menjadi karya yang bisa dilihat dan dinilai orang lain.
Dan ada satu hal yang penting: kesediaan seorang guru untuk terus belajar.

Dari Ruang Kelas ke Ruang Kompetisi
Kita sering meminta siswa untuk berani tampil.
Berani mengikuti lomba.
Berani mencoba.
Berani menerima kritik.
Berani memperbaiki kesalahan.
Tetapi nilai-nilai itu akan jauh lebih kuat ketika anak melihat gurunya melakukan hal yang sama.
Ustazah Elly menunjukkan bahwa proses berkarya juga membutuhkan keberanian untuk keluar dari rutinitas.
Guru tidak hanya berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi. Ia juga bisa menjadi pembelajar, kreator, sekaligus seseorang yang berani membawa gagasan pendidikan ke ruang kompetisi.
Bagi siswa, pengalaman seperti ini memberi pesan yang tidak selalu perlu dijelaskan lewat teori.
Belajar tidak mengenal batas usia.
Hari ini siswa belajar dari guru.
Di saat yang sama, guru menunjukkan kepada siswa bagaimana seorang pembelajar seharusnya bersikap.
“SADAR” dan Budaya Refleksi
Ada alasan mengapa judul karya ini terasa dekat dengan dunia pendidikan.
Sadar terhadap apa yang terjadi di sekitar.
Sadar terhadap kebutuhan peserta didik.
Sadar bahwa cara mendidik tidak boleh berhenti pada kebiasaan lama.
Dan yang tidak kalah penting, sadar bahwa seorang guru pun masih memiliki ruang untuk memperbaiki diri.
Inilah salah satu bagian penting dari budaya pendidikan yang ingin dibangun di MPlus.
Bukan budaya yang menuntut semua orang terlihat sempurna.
Melainkan budaya yang memberi ruang untuk bertanya:
Apa yang bisa kita perbaiki?
Pertanyaan sederhana itu sering kali menjadi awal dari perubahan yang lebih besar.

Prestasi Guru, Cermin dari Budaya Belajar Sekolah
Juara 1 tingkat Kabupaten Magelang tentu patut disyukuri.
Tetapi bagi keluarga besar MPlus, nilai dari pencapaian ini tidak berhenti pada gelar juara.
Ada pesan yang jauh lebih panjang di baliknya.
Bahwa guru perlu memiliki kesempatan untuk berkembang.
Bahwa kreativitas pendidik perlu mendapatkan ruang.
Bahwa gagasan tentang pendidikan tidak cukup hanya dibicarakan di ruang guru, tetapi juga perlu diwujudkan menjadi karya.
Dan bahwa sekolah yang ingin siswanya terus berkembang juga perlu memastikan para pendidiknya tidak berhenti berkembang.
Karena sulit meminta anak memiliki rasa ingin tahu jika orang dewasa di sekitarnya sudah berhenti bertanya.
Sulit meminta anak berani mencoba jika gurunya sendiri takut keluar dari zona nyaman.
Maka ketika seorang guru MPlus berdiri di podium membawa sebuah karya, yang ikut naik sebenarnya bukan hanya nama pribadi.
Ada budaya belajar yang ikut dibawa.
Dari Magelang, Melangkah ke Jawa Tengah
Perjalanan Ustazah Elly kini berlanjut.
Setelah meraih Juara 1 GTK Transformatif tingkat SMP Kabupaten Magelang, karya “SADAR” akan melangkah ke kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Tahap berikutnya tentu membawa tantangan yang berbeda.
Persaingannya lebih luas. Penilainya lebih beragam. Karyanya akan berhadapan dengan gagasan-gagasan dari pendidik lain di Jawa Tengah.
Namun justru di situlah nilai dari sebuah kompetisi.
Bukan semata tentang siapa yang akhirnya menjadi juara.
Melainkan tentang keberanian membawa sebuah gagasan keluar dari ruang sendiri dan membiarkannya diuji oleh ruang yang lebih luas.
Apa pun hasil berikutnya, satu langkah sudah berhasil dibuat.
Dari ruang belajar di Gunungpring, sebuah karya guru kini melangkah menuju panggung Jawa Tengah.
Karena Guru Juga Punya Perjalanan Belajar
Mungkin inilah bagian yang paling menarik dari sebuah sekolah.
Anak-anak belajar mengejar prestasi.
Guru-guru belajar meningkatkan kualitas diri.
Keduanya berjalan dalam satu lingkungan yang sama.
Saling melihat.
Saling memberi contoh.
Dan saling mengingatkan bahwa pendidikan bukan pekerjaan yang pernah benar-benar selesai.
Bagi MPlus, prestasi Ustazah Elly menjadi kabar baik yang layak disyukuri. Bukan hanya karena sebuah gelar juara berhasil diraih, tetapi karena ada seorang pendidik yang berani mengubah refleksinya menjadi karya dan membawanya lebih jauh.
Selamat kepada Ustazah Elly.
Atas Juara 1 GTK Transformatif tingkat SMP Kabupaten Magelang.
Dan selamat melanjutkan perjalanan menuju tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Semoga “SADAR” tidak berhenti sebagai sebuah karya untuk kompetisi, tetapi menjadi pengingat bahwa dalam pendidikan, guru pun perlu terus belajar, berefleksi, dan bertumbuh.
Sebab sekolah yang terus bergerak bukan hanya sekolah yang siswanya berprestasi.
Tetapi juga sekolah yang para gurunya masih memiliki keberanian untuk terus mencoba.
Kenali Budaya Belajar MPlus Lebih Dekat
Di MPlus, proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Siswa dan guru sama-sama diberi ruang untuk berkembang melalui pengalaman, karya, kompetisi, kolaborasi, dan refleksi.
Kenali lebih dekat aktivitas dan budaya belajar keluarga besar SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring melalui:
Website: https://smpmplus.sch.id/
YouTube: SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring
Instagram: @smp_mplus_gunungpring
Facebook: MPlus (SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring)
TikTok: @smpmuhammadiyahplusgunungpring
Informasi SPMB:
https://smpmplus.sch.id/info_spmb/
