Ada anggapan yang masih sering terdengar.
“Anak yang nilainya tinggi pasti belajar terus dari pagi sampai malam.”
Kenyataannya, tidak selalu begitu.
Sebagian justru lahir dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang, setiap hari, tanpa banyak diketahui orang.
Cerita itu ada pada Yafa Dzakkiyah Putri, siswi kelas IX SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring Juni ini Alumni MPlus Gunungpring Angkatan 17.
Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025/2026, Yafa berhasil mencatatkan nilai Bahasa Indonesia 96,67 dan Matematika 95,86—menjadikannya salah satu peraih nilai TKA terbaik di MPlus.
Capaian tersebut turut mengantarkan sekolah berada di posisi yang membanggakan: peringkat 1 SMP terbaik di Kabupaten Magelang, peringkat 78 nasional, sekaligus peringkat 2 SMP Muhammadiyah terbaik se-Indonesia berdasarkan hasil TKA 2025/2026.
Namun jika ditanya apa rahasia di balik semua itu, jawabannya ternyata bukan jadwal belajar yang ekstrem.
Justru sebaliknya.
Belajar Sedikit Demi Sedikit, Tapi Tidak Pernah Berhenti
Setiap pagi, Yafa berangkat sekolah seperti siswa lainnya.
Ada satu kebiasaan yang jarang diketahui.
Saat teman-temannya belum datang, ia sering menghabiskan waktu membaca novel di belakang kelas. Bukan karena diwajibkan, tetapi karena ia memang menikmati membaca.
Ketika pelajaran berlangsung, fokus utamanya bukan mengejar nilai.
Ia lebih dulu memastikan dirinya memahami konsep dasar.
Kalau masih ada materi yang belum benar-benar dipahami, barulah ia mengulanginya sepulang sekolah atau saat mengikuti bimbingan belajar.
Sesampainya di rumah, Yafa memberi dirinya waktu untuk beristirahat.
Ia tetap bermain gawai.
Tetap menikmati waktunya sebagai remaja.
Tetap menikmati waktunya sebagai remaja.
Setelah itu, ia kembali belajar sekitar satu hingga dua jam menggunakan teknik Pomodoro—belajar selama 25 menit lalu beristirahat lima menit agar pikiran tetap segar.
Saat akhir pekan pun ia tidak memaksakan diri belajar seharian.
Baginya, menjaga ritme jauh lebih penting daripada memaksakan durasi.

Prestasi Besar Selalu Dimulai dari Kebiasaan Baik
Disiplin yang dijalani Yafa tidak hanya tercermin pada nilai akademiknya.
Ia juga aktif mengikuti berbagai kompetisi nasional maupun internasional dan berhasil menorehkan prestasi yang konsisten.
Di antaranya:
- 🥇 Juara 1 World Innovative Creativity Exhibition (WICE) 2025
- 🥈 Juara 2 International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2025
- 🥉 Juara 3 Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 Cabang Menulis dan Membaca Aksara Jawa Putri
- 🥈 Juara 2 International Science Innovation Fair (ISIF) 2024
Deretan prestasi tersebut menunjukkan satu hal.
Kemampuan akademik dan prestasi tidak muncul dalam semalam.
Ada proses yang terus dijaga dengan konsisten.
Pernah Mendapat Nilai 60, Lalu Bangkit Lagi
Yang menarik, perjalanan Yafa juga tidak selalu mulus.
Ia pernah mendapatkan nilai 60 pada salah satu mata pelajaran.
Alih-alih berkecil hati, ia memilih kembali membuka buku dan mengulang materi yang belum dikuasai sampai benar-benar paham.
Baginya, nilai rendah bukan akhir.
Justru menjadi penunjuk bagian mana yang harus diperbaiki.
Saat rasa malas datang, ia tidak memaksa diri menyelesaikan semua target sekaligus.
Ia cukup mengurangi porsinya.
Jika semula ingin mempelajari tiga materi, ia cukup menyelesaikan satu atau dua materi terlebih dahulu.
Yang penting, proses belajar tetap berjalan.

“Yang Penting Konsisten”
Saat diminta berbagi pesan kepada adik-adik kelas, Yafa menjawab dengan sederhana.
“Selalu mencicil belajar secara konsisten, manfaatkan waktu sebaik mungkin, dan cari teman yang bisa memberi pengaruh positif.”
Kalimat itu terdengar sederhana.
Namun justru di situlah letak kekuatannya.
Belajar bukan soal siapa yang paling cepat.
Melainkan siapa yang mampu menjaga kebiasaan baik dalam waktu yang panjang.
Budaya Belajar yang Terus Dijaga
Perjalanan Yafa juga menunjukkan bahwa keberhasilan seorang anak tidak dibangun sendirian.
Ada dukungan orang tua yang selalu mendoakan dan memfasilitasi proses belajar.
Ada guru yang sabar menjelaskan hingga benar-benar dipahami.
Ada lingkungan belajar yang membuat siswa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mencoba lagi ketika belum berhasil.
Budaya seperti inilah yang terus dirawat di MPlus.
Sekolah tidak hanya mendorong siswa mengejar angka, tetapi juga membangun kebiasaan berpikir, disiplin, dan tanggung jawab yang akan mereka bawa jauh setelah lulus.
Karena pada akhirnya, prestasi hanyalah hasil yang terlihat.
Yang lebih penting adalah karakter belajar yang tumbuh setiap hari.
Setiap Hasil Besar Selalu Berawal dari Rutinitas yang Sering Dianggap Biasa
Nilai TKA yang tinggi, prestasi di berbagai kompetisi, maupun pencapaian akademik lainnya bukanlah tujuan akhir.
Semuanya adalah buah dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan tekun.
Membaca ketika ada waktu luang.
Tidak malu bertanya.
Berani memperbaiki kesalahan.
Mau belajar lagi ketika hasil belum sesuai harapan.
Proses seperti inilah yang terus hidup di lingkungan SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring.
Dan mungkin, inilah alasan mengapa berbagai capaian terus lahir dari sekolah ini.
Kenali Lebih Dekat Budaya Belajar di MPlus
Setiap anak memiliki perjalanan yang berbeda.
Yang dijaga di MPlus bukan hanya target akhirnya, tetapi juga proses yang mengantarkan mereka ke sana.
📢 Informasi SPMB SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring
👉 https://smpmplus.sch.id/info_spmb/
Ikuti keseharian dan berbagai cerita inspiratif lainnya melalui:
▶ YouTube: SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring
📸 Instagram: @smp_mplus_gunungpring
📘 Facebook: MPlus (SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring)
🎵 TikTok: @smpmuhammadiyahplusgunungpring