“Saya enggak nyangka bisa sampai sini. Tapi ternyata latihan yang berat itu ada gunanya.”
Agha Ziggy Alghifari, peraih emas Bulutangkis Tunggal Putra

Bayangkan ini: ribuan atlet dari seluruh Indonesia berkumpul di tiga kota — Yogyakarta, Surakarta, dan Purwokerto. Mereka semua datang dengan satu misi yang sama: menang. Di antara ribuan nama itu, ada empat nama dari Gunungpring, Muntilan yang pulang bukan dengan tangan kosong.

Empat siswa SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring baru saja mencatatkan namanya di pentas olahraga nasional pertama dalam sejarah Muhammadiyah — The 1st Muhammadiyah Games 2026.

Ini Bukan Kebetulan. Ini Hasil Proses Panjang.

The 1st Muhammadiyah Games 2026 bukan ajang sembarangan. Dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan, ajang ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dari sekolah dan lembaga pendidikan Muhammadiyah seluruh Indonesia. Enam cabang olahraga dipertandingkan: Pencak Silat, Bulutangkis, Tenis Meja, Bola Voli, Atletik, dan Panahan.

Yang bikin ajang ini istimewa — ini bukan sekadar kompetisi satu kali. Muhammadiyah Games dirancang menjadi agenda rutin dua tahunan. Semacam olimpiade internal Muhammadiyah yang akan terus tumbuh dan semakin bergengsi setiap periodenya.

Di tengah persaingan seketat itu, kontingen MPlus Gunungpring tampil dengan kepala tegak. Dan pulang dengan medali.

Cerita di Balik Empat Medali

🥇 Agha Ziggy Alghifari Widiyono P — Emas, Bulutangkis Tunggal Putra

Agha bukan tipe anak yang banyak bicara. Tapi di lapangan, raketnya yang bicara.

Di nomor Bulutangkis Tunggal Putra, dia mengalahkan lawan-lawan yang datang dari berbagai kota — satu per satu — sampai akhirnya berdiri di podium teratas dengan medali emas melingkar di lehernya. Setelah menang, dia cuma senyum sambil memeluk boneka maskot sekolahnya. Tidak ada selebrasi berlebihan. Hanya rasa syukur yang tenang dari seorang anak yang tahu persis berapa banyak keringat yang sudah dia curahkan sebelum momen itu tiba.

“Di MPlus saya belajar bukan cuma teknik, tapi mental. Guru-guru di sini yang bikin saya berani maju ke level nasional.”

🥇 Nazil El Ahmad Ghozali — Emas, Tenis Meja Tunggal Putra

Tenis meja itu permainan kecepatan — bola bisa bergerak lebih dari 100 km/jam. Dan Nazil berhasil menguasai kecepatan itu.

Di nomor Tunggal Putra, dia tampil konsisten dari babak awal hingga final. Setiap set dimainkan dengan kepala dingin dan fokus yang tidak goyah. Medali emas digantungkan di lehernya sebagai bukti bahwa teknik dan mental juaranya sudah teruji di panggung yang sesungguhnya.

Nazil bukan sekadar atlet. Dia adalah gambaran nyata dari apa yang MPlus coba bangun: anak yang bisa unggul di dalam kelas sekaligus berprestasi di luar kelas.

🥇 Selma Fadhilah Carissa — Emas, Tenis Meja Tunggal Putri

Kalau Nazil menjawab di sisi putra, maka Selma menjawab di sisi putri dengan cara yang sama elegan.

Gadis berhijab dengan senyum yang selalu mengembang ini tampil tanpa rasa gugup meski arena nasional adalah pengalaman besar. Di setiap set, dia bermain dengan kesabaran dan presisi. Ketika peluit akhir berbunyi, dia mengepalkan tangan — medali emas, Tenis Meja Tunggal Putri, resmi jadi miliknya.

Momen dia mengangkat boneka maskot MPlus sambil tertawa lepas setelah menang sempat diabadikan — dan jadi salah satu foto paling berkesan dari kontingen MPlus tahun ini.

🥉 Najwa Haykal Berliano — Perunggu, Atletik Nomor Lompat Jauh

Nomor Lompat Jauh bukan soal berlari kencang saja. Ada teknik, ada momentum, ada nyali untuk melepaskan diri dari tanah di momen yang tepat — dan mendarat sejauh mungkin.

Najwa melakukan itu semua. Medali perunggu yang dia bawa pulang bukan medali hiburan. Itu hasil dari lompatan nyata yang melewati batas kemampuan kebanyakan anak seusianya. Naik podium nasional di usia SMP adalah pencapaian yang tidak semua orang bisa bayangkan — apalagi merasakannya.

Kata Agha untuk Adik-Adik yang Masih Ragu

Saat ditanya soal pengalamannya selama di MPlus, Agha berbicara dengan tenang:

“MPlus itu beda. Di sini kamu bisa belajar serius, tapi tetap bisa ngejar mimpi kamu di olahraga. Guru-gurunya support, teman-temannya semangat. Saya enggak nyangka bisa sampai level nasional. Tapi ternyata bisa. Kalau kamu mau serius, MPlus tempatnya.”

Ini bukan brosur. Ini cerita nyata dari anak yang hidupnya berubah karena memilih sekolah yang tepat.

Kenapa Orang Tua Memilih MPlus?

SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring bukan sekolah biasa.

Di sini, anak-anak tidak hanya duduk, mendengarkan, dan mengerjakan PR. Mereka tumbuh — secara akademik, secara karakter, dan secara keberanian. Ekosistem MPlus dibangun dari awal untuk menghasilkan generasi yang punya pondasi agama yang kuat, prestasi yang nyata, dan mental yang tidak mudah menyerah.

Kurikulumnya serius — tapi ruang untuk berkembang di bidang olahraga, seni, dan kepribadian juga terbuka lebar. Hasilnya bisa dilihat: empat anak dari Gunungpring yang baru saja pulang dari panggung nasional dengan kepala tegak dan medali di tangan.

Buat Anda — para orang tua yang ingin memberikan yang terbaik untuk anak — ini bukan soal sekolah yang menghabiskan masa kecil mereka dengan tekanan. MPlus adalah tempat anak belajar keras sekaligus senang menjalaninya. Menyenangkan, menantang, dan nyata hasilnya.

Rayakan Hari Ini. Esok, Berprestasi Lagi.

Empat medali dari panggung nasional. Empat nama yang sudah buktikan diri. Dan ini baru permulaan.

The 1st Muhammadiyah Games 2026 membuka era baru bagi dunia olahraga Muhammadiyah — dan MPlus Gunungpring sudah ada di dalamnya sejak hari pertama. Dua tahun lagi, ajang ini kembali. Dan anak-anak MPlus sudah tahu jalannya.

🎯 Ingin Anak Anda Jadi Bagian dari Cerita Ini?

Tahun ajaran baru untuk tahun depan menanti. Indent SPMB SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring kini sedang dibuka.

Jika Anda ingin anak tumbuh di lingkungan yang positif, penuh prestasi, dan menyenangkan — ini saatnya ambil langkah pertama.

📲 Kenali Lebih Dekat SMP MPlus Gunungpring

📢 Informasi SPMB:
SPMB SMP MPlus Gunungpring

▶️ YouTube : SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring YouTube
📸 Instagram : @smp_mplus_gunungpring
📘 Facebook : MPlus Facebook
🎵 TikTok : @smpmuhammadiyahplusgunungpring